Gulalives.com, JAKARTA – Ladies, lelaki tercinta Anda berperut buncit? Hati-hati, lho! Perut buncit berisiko menderita penyakit tertentu.

Ya, kebanyakan pria, makin bertambah umur, perutnya makin menimbun lemak. Dulu ada anggapan kalau gemuk identik dengan kemakmuran. Namun gemuk, khususnya di bagian perut, lebih dekat dengan berbagai risiko penyakit.

Michael Jensen, MD, seorang spesialis endokrinologi di Mayo Clinic, Rochester, Minn, mengungkapkan lemak di perut berarti identik dengan risiko kesehatan yang lebih serius, bahkan kematian, dibandingkan mereka yang ‘menimbun’ lemak di area lain.

Nah, kaum laki-laki lebih cenderung menimbun lemak di bagian pinggang dibandingkan perempuan.

Risiko kesehatan yang mungkin dihadapi dengan kondisi lemak berlebih di bagian perut antara lain penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, kanker, diabetes tipe 2, resistensi insulin, trigliserida tinggi, rendahnya tingkat high density lipoprotein (HDL atau kolesterol baik), sindroma metabolik hingga sleep apnea.

Lantas, kapan kita mengetahui kalau kelebihan lemak di area perut? Ukuran pinggang, kata Jensen, adalah indikator yang baik apakah Anda memiliki lemak perut terlalu banyak.

Meskipun pengukuran yang membandingkan pinggul dan lingkar pinggang atau membandingkan tinggi dan berat badan (indeks massa tubuh) yang lebih tepat, ukuran pinggang sendiri dapat memberikan perkiraan yang baik.

Bagi kebanyakan pria, faktor risiko untuk penyakit jantung dan penyakit lainnya meningkat dengan ukuran pinggang lebih besar dari 40 inci atau setara 102 cm.

Untuk mengukur pinggang, lakukan sejumlah langkah berikut:
• Tempatkan pita pengukur di sekitar perut telanjang Anda tepat di atas tulang pinggul.

• Tarik meteran sampai terpasang pas di sekitar pinggang namun tidak menekan kulit.

• Pastikan pita pengukur terpasang dengan tepat di sekeliling pinggang. Usahakan tenang, tarik napas dan ukurlah pinggang, pastikan tidak terlalu ketat menekan perut.

Dikatakan Jenssen, seiring pertambahan usia, seseorang akan kehilangan otot, terutama jika tidak aktif secara fisik. Hilangnya otot dapat memperlambat tingkat kemampuan tubuh membakar kalori. Pada gilirannya, jika tidak membatasi kalori atau meningkatkan aktivitas fisik, maka bukan mustahil tubuh akan menimbun lemak. (VW/SY)

LEAVE A REPLY