Gulalives.com, JAKARTA – Sering tidak, melihat saat seseorang makan sate atau tongseng yang kaya daging juga lemak, biasanya diimbangi dengan segelas jeruk panas, es jeruk atau jus? Ternyata ini ada alasan ilmiahnya, lho.

Kandungan flavonoid dalam minuman jeruk bisa menetralkan tekanan oksidatif dan peradangan yang dihasilkan oleh makanan berlemak dan tinggi karbohidrat serta membantu mencegah kerusakan pembuluh darah.

Radikal bebas memang dikenal menginduksi peradangan pada lapisan pembuluh darah dan berkontribusi terhadap risiko serangan jantung dan stroke.

Jeruk-padanan-cocok-makanan-berlemak

Dalam studi terbaru di Universitas Buffalo, seorang endokrinolog mengatakan efek potensial jus jeruk seperti yang disebutkan di atas mungkin berasal dari antioksidan naringenin flavonoid dan hesperidin.

“Data kami menunjukkan bahwa minum jus jeruk dengan makanan tinggi lemak dan karbohidrat dapat mencegah peningkatan spesies oksigen reaktif dan agen peradangan lainnya,” kata UB Husam Ghanim, PhD, peneliti utama studi ini.

“Masalah peradangan setelah makan menjadi hal penting karena glukosa dan trigliserida tinggi diketahui terkait dengan pengembangan peristiwa kardiovaskular,” imbuh Ghanim.

Jus jeruk juga mencegah peningkatan SOCS-3, mediator penting dari resistensi insulin, yang memberikan kontribusi untuk pengembangan diabetes tipe 2.

“Data ini menekankan bahwa makanan tinggi lemak dan karbohidrat akan mempercepat inflamasi,” kata Paresh Dandona MD, profesor dari Diabetes-Endocrinology Center of Western New York.

“Selain itu, gen pro-peradangan tertentu diaktifkan setelah asupan glukosa dan lemak serta karbohidrat tinggi. Perubahan ini diamati pada sel-sel mononuklear yang berpartisipasi dalam peradangan pembuluh darah dan resistensi insulin,” tandas Dandona. (VW/SY)

LEAVE A REPLY