Gulalives.com, JAKARTA – Sadar nggak, saat usia merambat naik, butuh upaya ekstra untuk menjaga berat badan dalam posisi ideal. Makin tua, perut cenderung makin tambun, apalagi buat mereka yang jarang olahraga. Dan ini menjadi hal jamak yang kerap kita saksikan dalam keseharian.

Ternyata, ada alasan ilmiahnya mengapa makin tua makin sulit mengatur berat badan. Para ahli dari Jepang menemukan, pada kaum paruh baya, aktivitas termogenik atau aktivitas yang menghasilkan panas, banyak berkurang. Mereka ini juga cenderung kurang aktif. Akibatnya, lemak buruk di tubuh juga enggan pergi. Imbasnya? Tubuh tambun jadi hal yang tak terhindarkan.

Ada dua jenis lemak, yakni lemak baik yang sering disebut lemak cokelat dan lemak buruk yang sering disebut lemak putih. Lemak cokelat membantu meningkatkan metabolisme, menghasilkan panas tubuh. Namun, seiring bertambah umur, lemak cokelat kurang aktif.

Lemak cokelat banyak terdapat pada pundak bayi. Lemak ini berfungsi memberi kehangatan tubuh bayi usai mereka lahir. Seiring pertumbuhan, jenis lemak ini makin tak banyak diperlukan dan menyusut.

“Untuk mendapatkan hasil sepadan dengan kaum muda, orangtua harus beraktivitas dua kali lebih berat,” ujar Dr Gerald Weissmann, pemimpin redaksi jurnal FASEB.

Dalam studi tersebut, para peneliti University of Shizuoka, Jepang juga menemukan sebuah ‘saklar’ metabolik yang mungkin bisa mengaktifkan lemak cokelat.

Pada studinya, peneliti memelajari dua kelompok tikus. Kelompok pertama memiliki gen platelet-activating factor reseptor (PAFR) tersingkir, membuat mereka menjadi gemuk. Kelompok kedua adalah normal yang berfungsi sebagai kontrol.

Para peneliti menemukan defisiensi PAFR menyebabkan lemak cokelat rusak, membuahkan obesitas sebagai akibat dari penurunan aktivitas termogenik.

Lemak di sekitar organ terkait dengan diabetes dan penyakit jantung. Tiga atau empat inci tambahan di sekitar perut bisa menjadi tanda lemak di pembuluh darah.

Ada banyak saran untuk menjaga berat badan. Di antaranya bagi mereka yang usia 45 tahun ke atas porsi makan harus 200 kalori lebih sedikit dibanding kaum muda.

Saran lain adalah makan makanan karbohidrat, namun bukan sembarang karbohidrat melainkan harus berserat tinggi dan bukan jenis olahan. Selain itu disarankan beraktivitas fisik selama 45 menit sehari dalam 5 hari selama sepekan. (VW/SY)

LEAVE A REPLY